Senin, 16 Juli 2012

Berkenalan Dengan Bakat

(Ngomong-Ngomong Soal Mimpi)
Hari ini saya dibuat tercengang dan terpana (dubrak!!! Kambuh lagi hiperbola sindromnya) dengan salah satu aplikasi di facebook. Nama aplikasinya ……hmmmm…hmmmm (mikir). Maaf sebentar…hmmmm ( mikir lagi). Beri waktu saya sedikit lagi. Aha.. saya lupa ternyata (maaf saya lupa kalau kena sindrom young Alzheimer (Astaga istilah apa lagi ini) alias pikun dini. Intinya aplikasi ini bisa memprediksi apa bakat yang tersembunyi. Hehehhe… hanya aplikasi geje suka-suka. Hasilnya bisa dipastikan ya suka-suka yang buat aplikasi. Namun apa yang  terjadi saudara-saudara setelah saya mencobanya keluarlah hasilnya. Jengjengjengjeng!!!!! Bakat tersembunyi dalam diri saya adalah BERLAWAK!!!! BERLAWAK!!!! Sekali lagi berlawak!!!! Hehehhhee saya jadi binggung setengah hidup, apa saya punya tampang pelawak ya???? Jujur saya mengharapkan hasil yang keluar adalah “actor Hollywood”. Buat yang mau muntah silahkan… hehehhe.

Kenyataannya dalam setiap manusia pasti tersimpan potensi diri yang besar. Pastinya tiap individu punya sesuatu yang special dan berbeda dengan yang lain. Ada yang menyebutnya dengan istilah bakat. Bakat adalah kemampuan bawaan yang merupakan potensi yang masih perlu dikembangkan atau dilatih untuk mencapai suatu kecakapan, pengetahuan dan keterampilan khusus, misalnya kemampuan berbahasa, bermain musik, melukis, dan lain-lain. 

Sabtu, 14 Juli 2012

Ampun BB!!!!


“aduh! Sudah tahu aku nggak punya BB ehhh malah dikirimi pin BB terus2an.... Sekalian kirimi pin sama kartu ATMnya.... Hehehehhehe”

(Facebook: 14 Juli 2012, 7 komentar  tanpa jempol)

(maaf teman dalam tulisan ini adalah beberapa oknum saja bukan teman saya secara keseluruhan)


Suer!!! Saya lagi sensitif dengan gadget satu ini. Blackberry. Pasalnya akhir-akhir ini banyak teman-teman maksa supaya saya membeli smart phone produksi RIM tersebut. Alasannya yang pertama lagi musim dan yang terparah adalah kalimat “ sorry sorry aja ya kalau aku jarang hubungin kamu, nggak pakai BB sih”. Dubrak!!!! Segitukah pertemanan kita. Cuma seharga BB. Sejak kapan BB ada diundang-undang pertemanan.  

Satu persatu saya akan membantah alasan mereka. Yang pertama lagi musim. Nah, mungkin alasan ini sedikit bisa saya terima. Tapi sekali lagi maaf saya menganggap BB bukan sebagai gaya hidup. Membeli gadget menurut saya harus berdasarkan kebutuhan bukan gaya hidup atau yang paling parah hanya sebatas ikut-ikutan. Jaman semakin sulit jadi dalam setiap pembelian wajib memperhitungkan sisi efiensi. 

Predikat Dewasa

"kue ini cuma rekayasa untuk mendramatisir suasana"
“galau twenty four”
Seminggu yang lalu saya berulangtahun untuk yang kedua puluh empat kalinya. Sebuah usia yang cukup untuk dikatakan dewasa. Secara teori iya, tapi pada kenyataannya saya masih jauh dari kata tersebut. Terbukti dari ketidaktahuan saya tentang makna dewasa yang sebenarnya.

What is the meaning of mature? When do we usually called adult person?

Apakah ketika takaran obat kita sudah tidak memakai takaran setengah lagi, saat harus membayar angkot sendiri, bilamana tahu yang namanya pacaran atau waktu tubuh menampakkan masa akil baliq? 

Masa akil baliq buat sebagian orang adalah masa transisi dan transformasi dari anak-anak menjadi dewasa. Tanggungjawab mulai bertambah seiring dengan bentuk tubuh yang semakin berubah. Namun apakah manusia yang telah melewati fase ilmiah tersebut bisa dikatakan dewasa. Banyak anak-anak minim pendidikan formal yang hidup di jalanan sudah bisa dikatakan dewasa daripada manusia yang lebih tua seperti saya ini. Ya lebih tepatnya mereka dewasa sebelum waktunya.